OUR MOTTO

Trending Topic

Monday, 19 March 2012

Phonic SoundCard

Phonic Soundcard


Phonic Firefly 808
Harga Rp 4.050.000 (universal)
Phonic Firefly Rp 3.600.000



 

Phonic Firefly 302
(Plus) Harga Rp 1.350.000
(USB) Rp 1.450.000



PHONIC HELIXBOARD 24
FIREWIRE MKII
HARGA Rp 7.510.000



PHONIC HELIXBOARD 18
FIREWIRE MKII
Harga Rp 5.700.000


PHONIC HELIXBOARD 12
FIREWIRE MKII
Harga Rp 3.250.000





Sunday, 18 March 2012

Dynamic Range Compression





Dynamic range compression, also called DRC (often seen in DVD and car CD player settings) or simplycompression reduces the volume of loud sounds or amplifies quiet sounds by narrowing or "compressing" anaudio signal's dynamic range. Compression is commonly used in sound recording and reproduction andbroadcasting.[1]
The dedicated electronic hardware unit or audio software used to apply compression is called a compressor. Compressors often have attack and release controls that vary the rate at which compression is applied and smooth the effect.

Side Chainning....
Parallel Compression....
etc....

Cek dilink Sumber :

Wednesday, 14 March 2012

Audio Summing

Analog Summing




Mungkin sering sekali kita mendengar tentang audio summing...tapi gak ngeh apa sih audio summing itu. Summing berasal dari kata sum yang artinya menjumlahkan atau penjumlahan...dengan kata lain jika digabungkan dengan  kata  audio  adalah menjumlahkan beberapa suara atau audio menjadi satu kesatuan.....tapi apa sih manfaat yang penting dibalik audio summing?????? Let's find out about this.... Emmmmm....


Jaman sekarang adalah jaman  digital, semua vendor  alat-alat dalam berbagai segi kehidupan manusia diubah dari yang  analog menjadi digital dengan alasan akurasi digital  lebih baik dari analog...demikian juga dengan alat dibidang musik dan sound system. Tapi apakah memang dijamin 100% kalau yg digital pasti lebih unggul dari analog....jawabannya bisa iya dan tidak.


Alat rekaman analog yang demikian besar dan banyak telah digantikan dengan  hanya sebuah soundcard kecil berukuran sekitar 20cmx20cm dan dengan  menggunakan laptop yang kecil dengan menggunakan software sehingga setiap sound analog yang terekam diubah menjadi sinyal digital yang diistilahkan bit yang dibaca oleh komputer sebagai angka 1 dan 0 atau disebut binary. Sinyal analog yang masuk memang terdengar sama persis dengan sinyal suara digital yang didengarkan namun jika didengarkan  dengan seksama dan teliti pasti ada perbedaan masalah ketebalan dan kedalaman suara digital tersebut.
Terjadi pemotongan sinyal pada saat proses masukknya suara  dari mic/kabel ke soundcard yang akhirnya disimpan di harddisk, sehingga suara menjadi digital belum lagi disertai dengan proses mixing dengan menggunakan vst plugin berupa software. Untuk mengembalikan sinyal suara menjadi ada kesan dalam dan tebal itulah digunakan proses summing..... Namun summing  yang kita bahas disini adalah analog summing, karena di DAW pun ada juga INTERNAL SUMMING.
Analog summing dilakukan dengan menggabungkan beberapa track yang telah dimixing menjadi satu track sebelum di mixdown untuk proses mastering. Misalnya track  vocal digabung dengan backing vocal, vocal 2 dll, kemudian track bass dengan drum, track gitar dijadikan satu, keyboard dan piano serta synth, hasilnya jadilah beberapa track baru yang kemudian di mixdown  sehingga jadilah satu track pre-mastering. Untuk routingnya akan dijelaskan dalam skema di bawah ini.

DAW -----> SC OUTPUT -------> SUMMING BOX -----> SC INPUT -----> DAW

(Untuk soundcard  yang mempunyai dua output proses summing  bisa dilakukan satu persatu, misalnya track vocal saja yg dipilih dan direkam ulang menjadi satu track)


Summing  box yang baik adalah summing box  yang pasif karena hasil mixing yang telah diolah tidak boleh ada perubahan karena adanya efek-efek pada alat summing tersebut.  


Next Post... Internal summing with cubase...

Friday, 9 March 2012

Gitar Prince

Jual Gitar Prince 2nd







Kondisi
- Jarang dipake (koleksi aja)
- Masih mulus
- Komplit 
- Bonus softcase

Yang minat bisa kontak ke 085733347722
Harga  : Rp 800.000 Nego


Thursday, 8 March 2012

Sekilas tentang Kelistrikan

ELECTRICITY ON HOME STUDIO

Untuk membuat sebuah home recording yang baik dalam arti hasil take recording yang baik, mixing dan mastering yang baik diperlukan suatu tata kelistrikan yang baik pula, karena dengan sistem kelistrikan yang baik selain dapat memperpanjang umur atau life time semua alat dalam hal ini hardware recording seperti PC, Sound Card, preamps dll juga dapat menghasilkan suara atau sound yang clear, bright bebas dari noise atau hum.
Ada beberapa hal yang perlu kita tahu mengenai kelistrikan karena ini adalah hal yang sangat mendasar yang berakitan dengan kelistrikan di Indonesia bahwa tegangan (voltage) sangat tidak stabil.

 Voltage yang seharusnya 220V tetapi pada kenyataannya bisa hanya 184V. Naik turunnya Voltage atau tegangan ini dapat memperpendek umur hardware karena  alat menerima tegangan yang tidak stabil. Ada beberapa peralatan penyetabil (STABILISER) tegangan yang harus kita ketahui, yaitu :


1. RELAY

Penstabilan listrik yang menggunakan beberapa relay bekerja bila tegangan listrik naik atau turun. 

Akibatnya reaksinya amat cepat, tapi range kestabilan yang kurang baik (+/- 5%). Jenis ini umumnya tidak dilengkapi dengan filter.  





2. SERVO

Jenis penstabilan yang memakai motor servo didalam stabilizer ini, dimana motor akan berputar untuk mendapatkan tegangan yg stabil. 

Akibatnya, diperlukan waktu 2 s/d 5 detik sehingga mencapai kestabilan, dan tidak ada penyaring (filter) terhadap gangguan listrik (spikes, surge, sag, petir).







3. FR/LC







Sistem Ferro-Resonant/ line conditioner. Sistim ferro resonant inilah yang paling handal. Untuk memberikan kestabilan pada beban, reaksi/responsenya sangat cepat, hanya perlu 0,04 detik saja. 

Lebih stabil dibanding jenis lainnya, dapat juga menyaring listrik lebih bagus daripada mengunakan trafo isolasi, dan kapasitor (utk meredam spikes, surge, sag, noise, dan spike dari petir). 

Oleh karena itu sering disebut juga sebagai Line Conditioner atau Power Conditioner.


Dari ketiga alat stabiliser tegangan kita dapat menentukan yang mana yang terbaik untuk keperluan studio recording kita.... get the best stuff for best quality.....

SUMMING BOX



SUMMING BOX
SM PRO AUDIO PM8
Harga Rp 3.100.000






Free Download





Free update beberapa software yang keren nih...silakan di download












Discovery Sound Indonesia The Magic



PERCUSSION Loops 


157 Gendang 

106 Kendang

13 Gamelan Percussion 

MELODIC PERCUSSION Loops

67 Gamelan 

45 Rindik 

33 Sundanese Gamelan 

10 Saron 

8 Barangan 
8 Kancil 
8 Suir 
8 Celuluk
8 Undir 
8 Jegog 
38 Jegog Ensemble 



STRINGED INSTRUMENT

3 Rubab (One Shot Phrase)

WIND INSTRUMENT Loops

47 Suling Bamboo 

VOX

11 Singing-Male (One Shot Phrase)

7 Singing-Female (One Shot Phrase)

1 Reading-Female (One Shot Phrase)  59 Human Voice Percussion (Loop)




VOCALOID3AE Library Collection 05.03.2012









 

Live Audio: The Art of Mixing a Show 

Toontrack - Number 1 Hits EZX® (EZDrummer) 


Reason 5 Power!: The Comprehensive Guide 

ChordWizard Software Gold v2.5g 



NAtive Instruments Guitar Rig V5
Native Instruments Guitar Rig v5.1.0 Mobile Editon


Plektron Guitar Amp STANDALONE VST 1.2



Plektron Guitar Amp STANDALONE VST v1.11



Guitar Pro v6 1.1.r10791 + Soundbanks | 1.1GB

Guitar Pro v6.1.1.r10791 with Soundbanks





Link Posting lainnya :





Tuesday, 6 March 2012

Alesis Controller

ALESIS KEYBOARD CONTROLLER


ALESIS Q61
Harga Rp 2.231.000






ALESIS QX61
Harga Rp 2.944.000





ALESIS VORTEX
Harga Rp 4.255.000





Alesis QX25
Harga Rp 1.495.000





ALESIS Q25
Harga Rp 1.085.000







Alesis QX49
Harga Rp 2.300.000




Alesis Q49
Harga Rp1.426.000


Sunday, 4 March 2012

Theory of Loudness war



THEORY OF LOUDNESS WAR









by Mobbie


Sering kali klo kita denger hasil mixing yg lebih keras..pasti menurut kita..itu hasil lebih baik...karna semakin keras suatu suara yg dihasilkan..maka frekuensi yang terdengar di telinga kita akan semakin banyak..
maka dari itu secara alamiah..kita menganggap itu lebih baik..karena terdengar secara keseluruhan.




perlu diingat efek yg dihasilkan oleh Loudness War :
sering kali kita mendengarkan lagu di berbagai player yang berbeda-beda dan tiap player tersebut memiliki maksimum kapasitas "kenyaringan" yang berbeda-beda.


Sehingga akibat dari Loudness War adalah dinamika lagu tersebut menjadi kecil sekali. Jadinya emosional lagu tersebut menjadi hilaaaang


Efek lainnya lagi..Loudness War bisa menyebabkan apa yg biasa disebut distorsi atau istilah yg kita dengar biasanya adalah CLIPPING


ya jadi kembalikan ke kita lagi.. apakah masih ingin mengejar Loudness War dalam bermixing???




Sekilas klo menurut analisa Saya Sendiri (jadi klo g setuju g boleh ngejek)  :


biasanya mixingan kita menjadi Loudness War karena terlalu banyaknya compress pada lagu


kemudian kita ingin mengejar kualitas lagu idola kita (biasanya lagu2 barat lah )


kurang mendalami tentang frekuensi tiap instrument 


Yang dimixing adalah lagu sendiri, jadi ingin bener2 tampil perfect, sehingga mengabaikan rules yang ada


Sering kita kurang memahami karakter tiap aliran musik, jadi semua dipukul rata......


Yang mau penjelasan lebih lanjut bisa klik di sini



Share Tips Mixing


BASIC MIXING TIPS








by Bro Mobbie
(Duplikasi ke blog ini dengan ijin )



Sekedar berbagi aja untuk agan-agan semua :


Dasar
Pada Dasarnya, mixing merupakan campuran dari unsur seni dan teknis. Oleh karena itu didalam mixing tidak ada istilah kata "baku" a.k.a "lo salah, gw bener" karena taste yang kita miliki satu sama lain berbeda-beda.


Tujuan utama mixing yaitu untuk mendapatkan kualitas yang bagus dari segi balance dan clariity (kejernihan suara)




Persiapan Mixing
-Jika kita membuat lagu dalam format MIDI, diubah dulu menjadi wav.


- Coba didengerin keseluruhan track dalam satu lagu, sampe dimana kita bener2 tau apa yang kurang dan harus diberi bumbu (bumbu masak kalee) 


- Setelah itu kita pikirkan, mana instrument yang harus lebih menonjol atau tidak


- Lakukanlah balance Volume dan Panning pada masing2 track. Ditujukan untuk mendapatkan gambar kotor akan lagu kita nantinya gan




Processing
- Dalam tahap ini, kita dituntut untuk memproses/istilah kerennya mempercantik masing-masing track


- Agar cantik, tambahkan EQ dan effect lainnya. Untuk EQ biasanya pake Nomad, Sonnox dll.


- Tiap instrument memiliki EQ yang harus di otak-atik berbeda-beda
• Bass drum : 30Hz - 400Hz
• Bass : 30Hz - 1kHz
• Snare drum : 220Hz - 6kHz
• Keyboard / gitar : 100Hz - 8kHz
• Vocal : 100Hz - 16kHz
• Hi-hats: 3kHz - 6kHz


-setelah itu masuk ke Dynamic Processing dimana track2 kita butuh di compress, gate dll. tujuannya mengatur dinamika dan punch pada suara instrument kita.


- Atur panning masing2 tracknya mana yang harus di taruh Left-Center-Right. Bisa diacu pake lagu idola kita, biar lebih gampang 


- Kasih bumbu lagi pada track untuk effectnya, seperti Delay, Reverb, Chorus, Phaser dll. (jgn tlalu over ngasih effectnya, biasanya kita kesenengen dan over effect jadinya) 


Beberapa Plug-ins yg sering dipake :
-Nomad Factory (compressor, Delay, Echo, Limiter)
-Amplitube (untuk effect gitar)
-Ampeg (untuk effect Bass)
-Wave Diamond Bundle (segala macam effect ada semua kebanyakan disini) 
-Antares Autotune (digunakan untuk Vocal)
-Melodyne (untuk edit vocal biar g fals)  *makanya bnyk artis dadakan skrg
-Hypersonic, Sample Tank (untuk synthesizer effect)




Semoga tips sederhana ini bisa membantu agan-agan pade...klo ada yg salah mari di repiew bersama-sama.

POWER CONDITIONER



POWER CONDITIONER


Update 8 Agustus 2013





M-10XE
Harga USD 131






M-10LXE
Harga  USD 180







PL-8CE
Harga USD 306








PL PLUS CE
Harga USD 401





Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Eden